Advertisement here

Thalhah yang Dermawan dan Pelindung Rasulullah

Kisah kali ini datang dari sahabat nabi yang dikenal akan kedermawaanya yang tak tertandingi. Begitu banyak manfaat yang ia berikan sesamanya. Ia menjadi pembisnis ulung sejak usia belia. Beliau adalah halhah bin Ubaidillah r.a.

Dia termasuk dalam sepuluh orang yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah. Rasulullah begitu banyak memberikan dia gelar karena kebaikannya, seperti Thalhah si Baik Hati, Thalhah si Pemurah, dan Thalhah si Dermawan.

Keahilan bisnisnya sudah tak diragukan, hingga membawanya menjadi orang yang kaya raya.

Pintar dalam mengelola bisnis, Thalhah pernah berhasil menjual tanah miliknya dengan harga tinggi, harta demi harta kian menumpuk di rumahnya.

Menghabiskan Harta Demi Kebaikan

Justru ia merasa tak bahagia sampai-sampai ia menangis, ia menangis lantaran terbebani dengan harta yang ia miliki, sedangkan ia tak tahu apa yang akan terjadi.

Dengan harta yang dimiliknya, ia merasa ketentraman ibadahnya terganggu karena hal duniawi yang membebaninya.

Hingga tiba saatnya ia berinisiatif untuk membagikan harga miliknya dengan berkeliling Kota Madinah.

Ia memanggil sahabat-sahabatnya, dengan membagikan hartanya ke orang yang membutuhkan.

Siang dan malam tak henti ia berkeliling, setelah hartanya habis tak tersisa, berulah dirinya merasa lega.

Menyayangi Keluarga

Menurut Jabir bin Abdullah, sahabat nabi yang satu ini adalah sosok yang murah hari dan sengan berbagi tanpa perhitungan.

Hal itu karena ia awalnya adalah seseorang yang begitu menyayangi keluarganya.

Kesejahteraan keluarganya ia perharikan, sampai-sampai ia membiayai pernikahan anak-anak muda di keluarganya.

Menjadi Mata Elang Rasulullah

Kesetiaannya kepada nasi membuatnya memiliki banyak julukan, salah satunya Burung Elang Perang Uhud.

Penglihatannya tajam bak burung elang, dengan keberaniannya dan kepahlawanannya ia maju ke medang perang membela Rasulullah. Bahkan, saat Thalhah melihat luka di pipi Rasulullah ia tak kuasa untuk menahan diri dan melindungi Rasulullah. Akibatnya, ia terkena 70 anak panah, jari-jari tanganya terputus.

Sebuah kemenangan abadi baginya atas perjuangan dan pengorbanannya.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari Kisah ini.

Di bangku sekolah, kita diajarkan untuk menghitung secara matematis. Terbawa hingga kita kerap memperhitungkan untung-rugi saat berbisnis.

Berbisnis bisa untung, rugi bahkan bisa saja tertipu. Namun, jika berbisnis dengan cara bersedekah sudah ada jaminan kita tak akan rugi.

Dimomen Ramadhan ini, perbanyaklah berbagi dengan bersedekah. Karena, sesungguhnya bisnis yang tak pernah merugi adalah bersedekah.

Seperti sahabat nabi yang satu ini, yang gemar bersedekah dan berbagi.


Jadi, kapan terakhir kali Anda bersedekah?
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
Advertisement here
Advertisement here
Advertisement here
Advertisement here